Kartu Bayar KRL Kian Bervariasi

12 06 2014

180414_DPE_BISNIS_16STASIUN-_1_-370x246Penumpang Bisa Pilih Jenis Pembayaran Tiket
Uang elektronik yang dikeluarkan tiga bank nasional, yakni Bank Mandiri, BRI, dan BNI, bisa digunakan untuk tiket kereta rel listrik Jabodetabek mulai Senin, 16 Juni. Bertambahnya jenis uang elektronik yang bisa digunakan membayar tiket KRL ini diharapkan bisa memudahkan penumpang.

Uang elektronik yang bisa digunakan adalah e-money dari Bank Mandiri, Brizzi (BRI), dan Tap Cash (BNI). Sebelumnya, kartu Flazz BCA sudah bisa digunakan untuk tiket KRL. Selain itu, kartu multitrip (KMT) yang dikeluarkan PT KAI Commuter Jabodetabek (PT KCJ) menjadi kartu potong saldo yang pertama digunakan untuk tiket KRL. Uang elektronik dikenalkan setelah pemberlakuan tiket elektronik KRL pada pertengahan tahun lalu.

Direktur Utama PT KAI Commuter Jabodetabek Tri Handoyo, Rabu (11/6), mengatakan, infrastruktur di stasiun sudah siap digunakan untuk menerima pembayaran dengan uang elektronik dari ketiga bank itu.

Uang+elektronik”Tarif KRL yang dikenakan kepada pengguna uang elektronik ini mengacu pada tarif yang kami tetapkan. Sementara harga kartu ditetapkan oleh masing-masing bank yang menerbitkan kartu itu,” ujarnya.

Saat ini, pembayaran dengan KMT tergolong besar, yakni sekitar 60 persen lebih penumpang KRL pada hari kerja. Bahkan, stok KMT sempat habis. Kemungkinan, uang elektronik yang dikeluarkan bank juga akan banyak dipakai penumpang.

Sebelumnya, transjakarta juga menjalin kerja sama dengan bank-bank penerbit uang elektronik untuk pembayaran tiket.

Selain itu, Tri mengatakan, pihak bank juga akan menyediakan layanan penambahan saldo uang elektronik itu di stasiun. Fasilitas ini diharapkan bisa mengurangi antrean penumpang yang akan mengisi ulang KMT atau tiket harian berlangganan (THB).

Sekretaris Perusahaan Bank Mandiri Nixon LP Napitupulu mengatakan, saat ini sedang dilakukan uji coba penggunaan e-money, tetapi untuk kalangan terbatas. Jenis e-money yang bisa digunakan adalah e-money, e-Toll Card, Indomaret Card, atau GazCard. Semua kartu ini merupakan produk Bank Mandiri.

Adapun untuk isi ulang, Bank Mandiri memasang 12 mesin ATM di stasiun besar. Selain itu, 18 minimarket di stasiun juga dilengkapi fasilitas isi ulang kartu e-money. Fasilitas isi ulang ini akan ditambah.

Secara terpisah, Sekretaris Perusahaan BRI Budi Satria mengatakan, pihaknya memang mendesain Brizzi agar dipakai untuk berbagai kebutuhan, termasuk untuk membeli tiket angkutan umum. ”Sebelumnya, kartu Brizzi bisa dipakai untuk transjakarta. Menyusul, akan dipakai di KRL,” ucapnya.

Budi mengatakan, pembayaran tiket dengan uang elektronik ini memiliki sejumlah keunggulan, yakni lebih praktis. Pengguna tidak perlu mengeluarkan kembalian untuk membayar tiket yang digunakan.

Saldo di uang elektronik bisa diisi maksimal Rp 1 juta sesuai dengan ketentuan Bank Indonesia. ”Uang elektronik ini didesain untuk pembayaran transaksi mikro. Karena itu, saldo maksimal dibatasi sampai Rp 1 juta,” ucapnya.

Tentang fasilitas isi ulang kartu, Budi mengatakan, pihaknya akan menyediakan mesin isi ulang di stasiun. Selain itu, kartu ini juga bisa diisi ulang di bank mana pun.

”Karena itu, kami menyasar tidak hanya nasabah BRI, tetapi juga semua kalangan,” katanya.

Sekretaris Perusahaan BNI Tribuana Tunggadewi membenarkan bahwa Tap Cash bisa digunakan untuk KRL. Fasilitas isi ulang kartu juga bisa dilakukan di ATM dan minimarket.

Ketua Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia Sudaryatmo mengatakan, para pihak perlu memikirkan langkah penyelesaian jika ada keluhan pemakai kartu uang elektronik terbitan bank ini.

Selama ini, penumpang memakai KMT. Kalau ada masalah, semisal saldo yang dipotong tidak sesuai dengan perjalanan yang dilakukan, pengguna bisa langsung berhubungan dengan PT KCJ selaku penerbit KMT dan operator KRL.

”Ketika terjadi masalah serupa pada pengguna kartu uang elektronik terbitan bank, perlu mekanisme penyelesaian masalah ini. Apakah pengguna melayangkan keluhan ke PT KCJ atau ke pihak bank penerbit kartu itu?” tanya Sudaryatmo.

Pemakaian uang elektronik terbitan bank ini merupakan langkah untuk memudahkan pengguna angkutan umum mengakses KRL dan transjakarta. Sudaryatmo berharap, pihak transjakarta bisa mempercepat penerapan tiket elektronik di seluruh koridor agar memudahkan penumpang.

Dalam situs http://www.transjakarta.co.id yang dikelola Unit Pengelola Transjakarta Busway disebutkan bahwa penumpang di Halte Kalideres, Kampung Rambutan, PGC 2, Pinang Ranti, Pluit, dan Pulogadung wajib memakai kartu prabayar mulai 21 April 2014.

Kartu prabayar ini termasuk uang elektronik yang diterbitkan bank-bank yang bekerja sama dengan transjakarta. (ART)

Sumber: Kompas, 12 Juni 2014


Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: