Ngurus KTP di Azalea

22 12 2008

Bagi Anda warga baru di Sektor Azalea kadang direpotkan dengan identitas diri (KTP). Apalagi kalau kita akan berurusan dengan administrasi di Kota Depok, tempat kita tinggal. Untuk buka rekening di bank yang ada di Depok misalnya, pasti kita diminta untuk menyerahkan fotokopi KTP Depok. Bahkan H Munir, sesepuh RW 06 pun pernah menganjurkan warga Azalea untuk beridentitas Depok. Karena kalau sudah berstatus warga Depok, mereka berhak mendapat santunan dalam peristiwa tertentu.

Selama ini untuk membuat KTP di Azalea, warga bisa minta surat pengantar dari RT dan RW. Kemudian pemohon datang di Kelurahan Jatimulya. Kalau ada Pak Lurahnya saat itu juga KTP bisa dibawa pulang. Namun kalau Pak Lurahnya tidak ada, ya mesti besoknya baru bisa diambil.

Sekarang ada perubahan dalam penyelenggaraan layanan KTP. Hal itu terkait dengan diluncurkannya sistem administrasi kependudukan nasional. Dengan program ini, maka awal tahun 2008, warga Depok (termasuk warga Azalea) yang akan mengurus KTP, Kartu Keluarga, dan surat-surat kependudukan lain langsung ke balaikota, tidak lagi ke kelurahan. Selain itu, sekaligus ada perubahan KTP baru bagi warga Depok yang sudah memegang KTP lama Kota Depok.

Sebenarnya banyak yang tidak setuju dengan kebijakan baru ini. Alasannya adalah karena justru semakin merepotkan warga yang akan membuat KTP dan Kartu Keluarga. Karena untuk membuat KTP saja harus ke balaikota di Jalan Margonda. Tentu ini memberatkan masyarakat yang rumahnya jauh, seperti di Leuwinanggung, Cimpaun, atau di Sawangan. Mereka harus menyediakan waktu lebih banyak untuk sekedar membikin KTP. Meski untuk warga Azalea sebenarnya relatif dekat dengan balaikota.

Meski demikian dalam pertemuan warga RT 02, Ketua RW 06 mengungkapkan bahwa bagi warga yang sudah ber-KTP Jatimulya, secara otomatis akan mendapatkan KTP baru tersebut.”Tidak dipungut biaya,” tandas ketua RW 06. “Untuk itu, bagi warga yang belum punya KTP Depok, bikin dahulu. Sebab penggantian KTP baru nanti hanya berdasar ada tidaknya KTP lama”, tambah ketua RW 06.

Lantas bagaimana bagi warga baru yang akan mendapatkan KTP baru di Depok setelah penggantian serentak ini? Mereka harus mengurus sendiri. Untuk itu, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) akan membuka UPTD dan koordinator wilayah di masing-masing kecamatan. Jadi warga yang akan mengurus KTP cukup mendatangi loket di kecamatan masing-masing.

Warga juga tidak harus datang sendiri ke balaikota untuk mengurus pembuatan KTP. Pembuatan KTP dapat diwakilkan. Warga cukup memberikan kuasa kepada Ketua RT atau Ketua RW jika mereka tidak punya waktu. Bagaimana dengan mekanismenya? untuk warga yang ingin membuat KTP, nantinya mereka dapat mengambil formulir di masing-masing kecamatan, dengan membawa surat pengantar dari lurah dan camat. Berbekal surat tersebut nantinya mereka bisa membuat KTP. Tapi jika warga tidak sempat, Disdukcapil membolehkan warga mewakilkan kepada Ketua RW atau Ketua RT

Di KTP baru ini tidak ditandatangani lurah, tapi Kepala Disdukcapil, dengan surat pengantar dari lurah dan camat. Perubahan kebijakan ini sebenarnya tidak tiba-tiba diberlakukan di Depok saja. Sebab sebenarnya kebijakan baru ini didasarkan kepada Perpres No. 25/2008 tentang persyaratan dan tata cara pengurusan administrasi kependudukan. Kebijakan ini berlaku di seluruh Indonesia.

Dengan mekanisme baru ini, semoga warga Azalea bisa mengurus kepemilikan KTP sebagai identitas dengan lancar. Dan yang lebih penting mereka tahu caranya.


Aksi

Information

6 responses

2 01 2009
tjak noer

hmm…. perlu surat pindah ga pak?

5 01 2009
joel_212

ya…..persyaratannya harus bawah surat pindah, dari kel asal.

6 01 2009
bend

surat pindahnya dari mana RT/RW atau kelurahan hingga camat tempat sebelum pindah ya ??

6 01 2009
Deden

Menurut pengalaman saya, surat pindah itu minta pengantar dari RT/ RW dan disampaikan ke kelurahan asal. Lalu dari kelurahan dibikinkan surat pengantar ke polsek asal. Polsek asal(sebelum pindah) yang memberi surat pengantar “pindah” tersebut.

6 01 2009
Deden

Jadi intinya minta surat pindah dari RT/RW (asal), kelurahan (asal), trus polsek (asal=domisili KTP kita sebelum pindah ke Depok). Biasanya dikasih 2 buah. Satu untuk pengganti KTP sementara kita dan satu lagi untuk camat (baca: dalam hal ini Sukmajaya). Nah setelah dapat surat pindah, bawa ke ketua RT Anda yang ada di Azalea untuk minta surat pengantar. Jangan lupa minta tandatangan Pak RW lalu bawa ke kelurahan Jatimulya yang lokasinya ada di dekat sektor Melati sana….

11 03 2009
dina

Mau nanya nih pak….benar tidak kalau mau bikin Kartu keluarga, KTP atau perpanjang KTP, harus nunjukkin surat sudah lunas PBB? ada dasar aturannya tidak? Baru mau bikin KK nih…makasih

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: