
Tabung penampung air warga, vital peranannya
Membeli rumah di Sektor Azalea berharap begitu menempati langsung dapat semua kemudahan dan fasilitas. Listrik langsung byar, telpon langsung kring, kualitas bangunan jempolan, air langsung mancur, dan lain sebagainya. Itulah yang dibayangkan seluruh warga Azalea, juga warga baru konsumen perumahan secara umum ketika membeli rumah. Tapi konsumen Grand Depok City, khususnya Sektor Azalea bahkan jangan mimpi seperti itu. Air saja, sebagai kebutuhan utama manusia mesti pasang pompa sendiri.
Bahkan hampir sebagian besar warga mendapat kenyataan lebih pahit. Pompa harus pasang sendiri dan pompa pemberian pengembang bukan jet pump, melainkan pompa kecil berdaya rendah. “Hanya kuat untuk menyedot air sedalam 9 meter”, kata tukang yang merenovasi sebuah rumah di blok W4.
Dengan spesifikasi seperti itu untuk beberapa blok yang ada di Azalea sudah pasti tidak akan mendapat air yang “kinclong” [istilah Jawa untuk air yang bening dan bersih]. Bahkan air akan berwarna kuning kecoklatan dan bau besi. Kadang di bagian permukaan terbentuk lapisan minyak. Belum ada studi terhadap kesehatan seandainya warga minum air seperti itu. Namun, orang awam saja pasti tidak tega untuk mengkonsumsinya.

Filter air buatan sendiri, murah meriah
Pilihan warga bervariasi untuk menyikapi persoalan ini. Ada yang membeli air mineral dan atau isi ulang yang sekarang banyak dijual.
Atau mengebor air lebih dalam lagi. Untuk wilayah blok W1 dan W2 kualitas air relatif lebih bagus. “Di tempat saya air tanah bisa dipakai untuk keperluan memasak makanan”, ujar seorang warga blok W1 di milis sektor Azalea. Tapi warga lain bahkan harus memperdalam pengeboran hingga 20 meter.
Bahkan ada yang sampai mengebor 32 meter. Itu pun ada yang tetap mendapatkan air dengan kualitas sangat buruk, terutama warga di blok bagian belakang. Ingat, pompa air yang diberikan oleh pengembang cuma pompa air biasa yang mampu menyedot air sedalam 9 meter. Untuk ini Anda perlu membeli jet pump. Jangan sampai salah beli Jet Lee
…Belum lagi struktur tanah kompleks Azalea yang berbatu pada lapisan 10 meter di bawah permukaan.
Mungkin seperti bangsa Israel, yang dengan kondisi terbatas justru menimbulkan kreatifitas. Di Sektor Azalea kondisi ini memunculkan ide kreatif. Beberapa orang mencoba membuat filter atau saringan air sederhana. Mereka menerapkan teknik yang sederhana dan biaya yang relatif murah. Mungkin lebih baik pakai cara seperti ini daripada harus membeli filter air pabrikan yang harganya mencapai 3 sampai 4 jutaan.
Teknik yang dipakai hanya menerapkan pengetahuan sederhana yang sempat diajarkan guru-guru kita di sekolah dasar atau SMP. Alat ini terlihat dipakai oleh warga di blok W10 dan W6.

Air hasil penyaringan, cukup jernih
Yakni membuat filter dengan menyusun tabung yang dibuat dari potongan pralon berdiameter 4 inchi sepanjang kurang lebih 90 centimeter.
Potongan berjumlah 3 buah. Kemudian tabung ini ditutup di kedua ujungnya. Lalu dipasang berdiri dan seri. Masing-masing tabung dihubungkan dengan pipa kecil. Jadi air dari tabung penyimpan sementara harus mengalir melalui 3 tabung ini untuk kemudian baru mengalir ke kran. Jangan terperangah dulu, ini bukan membuat bom.
Kemudian tabung masing-masing diisi dengan kerikil 2 jenis ukuran, ijuk, kasa nyamuk, dan arang aktif. Material ini diisikan dalam tabung sedemikian rupa sehingga berselang-seling. Isi tabung ini harus dicuci secara manual setiap 2 bulan sekali atau kalau diperkirakan sudah kotor. Material ini cukup mudah didapatkan di seputar Azalea. Anda bisa mendapatkan di toko atau penyedia jasa pembuatan taman untuk rumah-rumah.
Terbukti air hasil penyaringan cukup bening, meskipun tak sebening embun. Namun, bila kita bandingkan air tanah langsung secara umum di Azalea, cara ini sudah cukup membersihkan atau membuat jadi bening.

Salah satu cara menyusun filter
Barangkali tips ini cukup menarik untuk diterapkan. Terutama bagi warga Azalea yang mendapatkan persoalan air bersih. Anda tidak perlu buru-buru hengkang dari Sektor Azalea. Coba dulu baru bicara…

Sebuah promosi filter air pabrikan; harganya jauh lebih mahal


baguuuus pak…..tp..emang dr pengembang dapet pompa ya??koq saya cuman kebagian pipa besi ditancepin ketanah hiks hiks hiks
wah klo baca crita ky gini jd malez jg mw tinggal dsana..pdhal aq dah nyicil msk thn ke 2 …W10/22…..ada info ga klo aq mw over credit kira2 pasaran brp yah??? thx b 4
@Bayu Aji: dari pengembang memang tidak langsung dapat pompa, tapi berupa voucher yang bisa ditukarkan di toko material. saya sendiri sudah menukarkan dengan barang/material lain yang senilai dengan harga pompa.
@Kezia: saya juga di W10 (kebetulan saya warga ke-3 yang menempati rumah di azalea) tapi untuk masalah air malah tidak ada masalah. awalnya saya bikin sumur 6 meter sudah jernih sekali. karena rumah mau ditutup belakangnya (rehab), sekalian saja saya bor tangan, tapi baru setengah hari kerja yang ngebor tidak sanggup karena banyak batu, akhirnya saya bor mesin 20 meter. sampai sekarang air lancar, digunakan untuk mandi cuci makan dan minum (air panas). untuk air putih dingin, masih pake refill galon karena malas harus merebus air.
kreatif dan inovatif.
u/ rekan azalea , yuk apabila da info yang perlu di sharing ke warga azalea , tulis saja di blog…., amal yang baik apabila kita memberikan info yang bermanfaat bagi orang lain.