
Persiapan pencontrengan oleh panitia
Kekhawatiran minimnya partisipasi warga Azalea di pemilihan presiden 2009 tidak terbukti. Sebanyak 286 warga berduyun-duyun ke TPS di Posyandu Roma pada 8 Juli 2009. Jumlah itu mencapai 74,9 persen dari warga yang berhak memilih di Sektor Azalea (berdasarkan DPT=Daftar Pemilih Tetap yaitu 382 orang). Tentu saja partisipasi yang membanggakan, karena dikhawatirkan warga sudah lelah dan jenuh politik.
Ini merupakan sukses dari kerja keras panitia dan pengurus RT-RW, serta kesadaran warga yang tinggi terhadap proses demokrasi dan berkenegaraan. Toh dari sisanya masih ada suara tidak sah sebanyak 3,1 persen. Jadi yang benar-benar tidak menggunakan suaranya di sektor Azalea sebanyak 96 orang (25,1%). Ini tidak serta merta kita menyalahkan yang bersangkutan. Bisa jadi memang mereka benar-benar tidak bisa meninggalkan tugasnya atau sedang berada di wilayah lain. Pengurus RW dan RT juga sudah maksimal memperbaharui DPT yang pada pemilihan calon legislatif bermasalah. Intinya kalau di tingkat nasional DPT dipermasalahakan banyak orang, di Sektor Azalea sudah cukup bagus.
Apa pun hasilnya kita perlu memberikan apresiasi yang bagus kepada panitia. Yoda A. Pralandono, salah satu warga langsung memberikan penilaian suksesnya.”Selamat dan Sukses atas terselenggaranya PEMILU PRESIDEN 2009 dengan baik.Semoga bakti Bapak/Ibu dapat memperoleh tinta amal ibadah yang baik pulu. Kepada para pendukung Pilpres yang menang, saya ucapkan selamat atas kemenangannya dan semoga pemerintahan terpilih ini membawa manfaat & kebaikan bagi negeri RI yang kita cintai. Dan kepada pendukung Pilpres yang belum menang, terimakasih dan dpt menjaga kerukunan dan persatuan bangsa”, begitu emailnya yang dikirim ke mailing list Sektor Azalea, 9 Juli 2009.
Dari suara yang sah, yakni 96,9 persen, Pasangan SBY-Budiono menang telak. Pasangan ini meraup suara 67,5 persen. Di urutan kedua diduduki pasangan JK-Win yang memperoleh suara 17,8 persen. Urutan ketiga diduduki pasangan Mega-Pro yang mengantongi suara sebanyak 11,5 persen.
Saat berita ini ditulis, perhitungan suara nasional masih berjalan. Namun dari perhitungan cepat (quick count) dari berbagi lembaga survey menunjukkan pasangan SBY-Boediono unggul hingga 60 persen secara nasional. Sementara urutan kedua diduduki pasangan Megawati-Prabowo. Urutan ketiga ditempati pasangan JK-Wiranto. Hasil ini memang bisa berubah, karena toh ini hanya hasil quick count. Sementara hasil sesungguhnya mesti menanti keputusan Komisi Pemilihan Umum (KPU) sebegai lembaga yang memiliki otoritas untuk hal ini.

Warga antusias menunggu giliran mencontreng
Kalau pun hasil pemilu yang sesungguhnya memang seperti quick count, maka Sektor Azalea sudah bisa menunjukkan hasil sebenarnya. Dan semua warga memang melihat, tidak ada manipulasi hasil pemilu di sini. Kalau pun benar juga hasil quic count ini, maka sesuai aturan maka pemilu presiden hanya akan dilakukan dalam 1 putaran saja. Ini artinya warga Azalea tidak akan perlu melakukan pemilu nasional lagi hingga lima tahun ke depan. Sudah saatnya warga melanjutkan aktvitas seperti sediakala, tanpa terganggu oleh ketegangan-ketegangan politik yang sifatnya nasional semacam pemilu ini. Selamat untuk panitia, selamat untuk warga Azalea. Inilah demokrasi ala Azalea!


Warga sektor Roma Semangat terus, jangankan 5 tahun sekali……pemilu sebulan sekali semua warga juga siap dateng….bukan begitu bukan…………hidup warga Roma…Hidup KPPS 15……Hidup DPT…….Hidup Semua……..
Hidup Warga Roma……..Hidup KPPS 15……..Hidup DPT………Hidup Sie Konsumsi……..Hidup Keamanan………..Sukses Semua……MERDEKA
Setuju Pak, Target pencapaian suara di roma untuk nomor 3 yaitu 10 suara, ternyata bisa sampai 50 an suara itu sudah sangat baik.
Tentunya yang terpilih merupakan putra terbaik negeri ini karena sanggup mengantongi suara diatas 50 %, Salut tuk pak SBY…………….
Salam
WE2ELEVEN
Salut buat kawan kawan … sukses mulia…