Salah satu tumbuhan yang banyak digunakan untuk penghijauan dan sekaligus sebagai penghias kota adalah pohon Bintaro. Pohon inilah yang banyak ditanam di kawasan Grand Depok City khususnya sektor Azalea/Roma.
Pohon Bintaro juga disebut Pong-pong tree atau Indian suicide tree, mempunyai nama latin Cerbera odollam Gaertn, termasuk tumbuhan non pangan atau tidak untuk dimakan. Bintaro termasuk tumbuhan mangrove yang berasal dari daerah tropis di Asia, Australia, Madagaskar, dan kepulauan sebelah barat samudera pasifik.
Daun Bintaro bentuknya memanjang, simetris, dan menumpul pada bagian ujung dengan ukuran bervariasi, tetapi rata-rata memiliki panjang 25 cm. Tersusun secara spiral, terkadang berkumpul pada ujung roset.
Bunga Bintaro terdapat pada ujung pedikel simosa dengan lima petal yang sama atau disebut pentamery. Korola berbentuk tabung dan ada warna kuning pada bagian tengahnya.
Buah Bintaro berbentuk bulat dan berwarna hijau pucat dan ketika tua akan berwarna merah. Merupakan buah drupa (buah biji) yang terdiri dari tiga lapisan yaitu epikarp atau eksokarp (kulit bagian terluar buah), mesokarp (lapisan tengah berupa serat seperti sabut kelapa), dan endocarp ( biji yang dilapisi kulit biji atau testa). Walapun berbentuk indah namun buah Bintaro tidak dapat dikonsumsi, karena mengandung zat yang bersifat racun terhadap manusia.
Dinamakan Cerbera karena bijinya dan semua bagian pohonnya mengandung racun yang disebut “cerberin” yaitu racun yang dapat menghambat saluran ion kalsium di dalam otot jantung manusia, sehingga mengganggu detak jantung dan dapat menyebabkan kematian. Bahkan asap dari pembakaran kayunya dapat menyebabkan keracunan.
Walaupun beracun, bijinya mengandung minyak yang cukup banyak (54,33%) dan berpotensi digunakan sebagai bahan baku biodiesel dengan melalui proses hidrolisis, ekstrasi dan destilasi.
- Kingdom : Plantae
- Division : Magnoliophyta
- Class : Magnoliopsida
- Order : Gentianales
- Family : Apocynaceae
- Subfamily: Rauvolfioidaeae
- Tribe : Plumerieae
- Genus : Cerbera
#FTH (W6/8)#



Thank’s atas tulisannya.
), ini pak Frankurnia Tri Hartanto
Kalau tidak salah (benar dong..
oke juga….artikelnya….
tks pak FTH…..
di tunggu artikel yang menarik berikutnya….tentang lingkungan / kegiatan di azalea dan lingkungan Grand Depok City
wah bagus juga nih artikel nya. Tapi jangan-jangan yang nulis bukan bapak, melainkan ibu. Setahu saya sih yang berlatar belakang akademik biologi si ibu. Ya, tapi bagus tulisannya, analisa ilmiah dikaitkan dengan hal-hal yang riil di lapangan….ditunggu tulisan lain yang serupa….
Saya tambahin dikit nih
Kalau menurut Situs Dunia Pertumbuhan sedikit berbeda. Bintaro nama latinnya Cerbera manghas L. sedangkan Cerbera odollam Gaertn adalah Kayu Susu. Tapi keduanya masih satu Genus dan satu Family.
Anyway, yang jelas Cerbera memang mengandung racun seperti berita yang saya kutip ini : Sebuah tanaman yang jadi penyebab kematian tiga warga India diperkirakan dapat membunuh lebih banyak lagi. Dugaan itu datang dari ahli racun forensik India dan Prancis yang meneliti
tumbuhan tersebut.
Cerbera odollam yang banyak tumbuh di India dan Asia tenggara memang biasa dipakai orang untuk bunuh diri. Namun, menurut para peneliti itu doktor dan patologis biasanya gagal dalam mendeteksi seberapa banyak tanaman itu dipakai untuk membunuh orang.
Tim yang dipimpin oleh Yvan Gaillard dari laboratorium Analisis Ilmu Racun di La Voulte-sur-RhUne,Prancis, mencatat lebih dari 500 kasus keracunan Cerbera antara 1989 dan 1999 di negara bagian Kerala, India Barat disebabkan oleh Cerbera. Namun Gaillard menduga kematian akibat racun Cerbera bisa dua kali lipat angka itu. Untuk mengendus keberadaan racun itu, Gaillard menggunakan kromatografi cair dan spektrometri masa pada jaringan tubuh hasil autopsi. Tim menemukan racun hati bernama Cerberin yang memiliki struktur kimia mirip digoxin yang ditemukan pada foxglove, tanaman musim dingin yang muncul dua tahun skali dan biasa dipakai untuk obat penyakit jantung. Digoxin adalah racun untuk membunuh dengan menutup saluran ion kalsium pada otot jantung. Tetapi, kalau racun foxglove sudah banyak diketahui Ahli racun barat, racun cerbera masih sangat asing. Kecuali fakta banyak yang mati setelah memakannya. “Cerbera betul-betul pembunuh yang sempurna” kata Giliard, seperti dikutip Journal of Ethnopharmacolog
Bagus artikelnya Pak.. Saya sudah lama pengen tau mengenai tumbuhan ini yang menurut saya kurang bermanfaat. Saya ingin tau kenapa pohon ini yang dipakai sebagai tanaman penghijauan? kalau ditinjau dari aspek ekonomi kemanfaatannya kurang. Dari estetika juga gak gitu bagus. Blum lagi buahnya yang banyak dan cepat tumbuh. Apa menariknya pohon ini ya..
Apa karna harganya murah nguntungin developer ..
thanx pak sur atas tambahannya. Bahwa Bintaro adalah cerbera odollam saya ambil dari skripsinya mahasiswa itb, truz saya cocokin sama keterangan yang ada di situs National Tropical Botanical Garden (NTBG) dan memang mirip pohon bintaro. Di situs NTBG memang antara cerbera odollam dan cerbera manghas kelihatan mirip banget cuma beda di tangkai bunga dan bunganya, tetapi yang jelas baik cerbera oddolam maupun cerbera manghas dua-duanya sama beracunnya.
pak sigit, mungkin juga harganya murah dibanding pohon mangga hehehe. tapi mungkin pohon bintaro cukup bandel ngak usah dirawat dan cepat tumbuh. Bintaro umum dipakai untuk penghijauan di perumahan2 spt di Bandung, Jakarta, juga termasuk di daerah Bintaro. Oh ya Bintaro masih satu keluarga sama pohon kamboja lo… klo pohon kamboja pasti dah kenal karena dah lama dipake untuk penghijauan di perumahan masa depan ……..
terima kasih pak atas informasi mengenai pohon bintaro ini, waktu pertama kali saya lihat pohon ini saya juga mengira ini pohon mangga. Tapi pak, kalau pohon ini beracun, kenapa ditanam sebagai pohon penghijauan ya?
Terima kasih.
wah… sekarang ini kan bintaro banyak dijadikan tanama pelindung karena bandel dan cepat tumbuh… kalau asapnya aja bisa menyebabkan racun, berarti kayu tebangannya tidak bisa dibuang begitu aja donk.. takutnya dijadiin kayu bakar
Boleh bertanya, bagaimana penyebaran racun yang terkandung di semua bagian pohon bintaro ini ? apakah hanya dengan terkena getahnya saja dikulit sudah langsung menyebar racunnya??
Thx untuk informasinya …..
Sewaktu pulang dari sekolah saya dan anak saya menemukan beberapa pohon yang menarik karena banyak buahnya, saat itu karena penasaran saya petik buahnya yang mirip buah markisa, anak saya senang sekali walaupun banyak getahnya, tadinya getah yang keluar dibersihkannya dengan tangan tapi kemudian dibersihkan dengan tisu, sesampainya di rumah anak saya begitu penasaran ingin tahu seperti apa isi buahnya, dan ketika saya belah menjadi dua, banyak sekali keluar getahnya, karena baru pertama kali melihat saya tidak berani menyentuh atau mencicipinya, langsung saya buang, dan ketika saya lewati lagi pohonnya ternyata ada tulisan nama pohon bintaro di bawahnya (pohonnya terletak di trotoar gedung kantor kejari bandung, jadi ada labelnya). lalu saya coba cari diinternet dan mendapati informasi yang sangat mengejutkan. Untuk orang tua mungkin harus lebih berhati-hati dalam mengawasi anak-anaknya, karena terkadang anak-anak suka bereksperimen (main masak-masakan), mungkin ada informasi yang lebih lengkap tentang penyebaran racunnya? Terima kasih.
artikelnya bagus! tp tmbahin tentang cara perkembangbiakannya dong
Baru Tau saya klo ada pohon bintaro.
Di sekitar Islamic Centre (dulu … tempat lokalisasi Kramat Tunggak) Jl. Kramat Jaya Jakarta Utara, pohon Bintaro menghiasi jalan dan area Islamic Centre. Pada saat kami mengerjakan proyek penyelesaian Gedung Sosbud di area tsb lebih dari 3 bulan, kami amati bahwa meskipun daerahnya kumuh dan saat itu musim hujan… “tidak banyak Tikus” berkeliaran di area tsb.
Mungkinkah karena buah Bintaro ini, Tikus jadi takut…?
Di Got/saluran air kota yang kurang lancar Jl. Kramat Jaya, banyak buah Bintaro membusuk. Ketika hujan yang menyebabkan selalu banjir.. kaki kami sering bersentuhan dengan air kotor tsb dan jarang terkena penyakit kulit di kaki.
Mungkinkah karena buah Bintaro ini kutu air & bakteri menjadi mati?
…..
Wah, cerita M Nurdin ini fakta baru…, gimana para ahli?
Artikel sangat bagus dan bermanfaat juga sangat menarik untuk dilakukan riset lebih mendalam untuk menjawab sebuah pertanyaan yang mengacu pada keperdulian lingkungan ; apakah memang sudah tidak ada yang bermanfaat sama sekali, dari pohon bintaro ini ? Mengingat limgbah yang dihasilkan dari pohon ini cukup banyak, terutama didaerah perumahan yang menanam pohon bintaro sebagai peneduh.
Saya mengharapkan kiranya pertanyaan saya diatas dapat ditindak lanjuti, terima kasih.
Saya menggunakan getah bintaro sebagai racun pengendali tikus. Saya campur ke umpan tikus dan tidak berapa lama kemudian, tikusnya nongol dalam keadaan lemas dan tidak bisa bergerak. Seperti lumpuh, tapi tidak mati. Matinya ya, setelah digetok.
Udah tau kalau buah bintaro bisa mengusir tikus ? saya juga gak percaya tadinya kalau engga membuktikan sendiri.
Caranya sangat mudah, cukup taruh buah bintaro di tempat-2 biasa tikus melintas atau terlihat.
saya gak tau apa yg terjadi tapi yang pasti tikus-2 pada ngilang setelah ditaro buah bintaro.
Semoga bermanfaat !
[...] sumber:http://sektorazalea.wordpress.com/2008/11/04/berkenalan-dengan-pohon-bintaro/ LikeBe the first to like this post. [...]
Tambahan:
Berita DETIKnews: IPB Kembangkan Biji Buah Bintaro Sebagai Energi Alternatif
Berita KOMPAS: Bintaro Bisa Jadi Pabrik Minyak Lho…
[...] http://sektorazalea.wordpress.com/2008/11/04/berkenalan-dengan-pohon-bintaro/ [...]
Terima kasih informasi Bintaro yang rimbun dipinggir jalan. Setahu saya pohon ini banyak dipinggir sungai, tapi buahnya yang menarik itu tidak mau monyet memakannya, mungkin neneknya sudah pengalaman masa lalu.
Menurut pengamatan kami….
Disekitar pohon bintaro jarang ada tikus yang berkeliaran, contoh disekitar jalan “kramat jaya” (Daerah Jakarta Islamic Centre) Jakarta Utara meskipun saluaran kota / got selalu tergenang air tapi tidak disukai komunitas tikus.
Coba saja buah merah bintaro taro di tempat yang banyak tikus.. tikus pasti kabur……………..
Buah bintaro mengancung racun dengan senyawa aktif cerberin yang bisa digunakan untuk pestisida alami (Tesis S2 IPB). Biji bintaro dapat dimanfaatkan sebagai sumber minyak nabati tanpa mengandung racun (silahkan search di google tentang minyak bintaro). Pohon bintaro yang dikhabarkan sebagai pohon yang tidak berguna dan berbahaya karene mangandung racun, tetapi dapat dimanfaatkan jika tahu bagaiman amemanfaatkannya.
Salam green energy
wah gawat….klo gak tahu trus dibuat manisan, dijual…..wah bisa klepeg2…..gimana nih……
rasa penasaran saya terhadap buah yg ditemukan di pantai oleh suami saya terjawab sudah……buah bintaro…buah beracun kaya manfaat
minta ijin untuk salin artikel ya pak. thx
dari buah tersebut, bagian mana yang dapat diginakan untuk berburu binatang. dan bagai mana cara menggunakannya. trimas