Di tengah semakin rusaknya fasilitas fisik di Sektor Azalea, kabar menggembirakan datang di akhir tahun 2011 ini. Rencana pembangunan turap di sisi belakang Sektor Azalea akhirnya direalisasikan. Bangunan fisik yang sudah lama diinginkan warga itu mulai dikerjakan akhir pekan pertama Desember 2011.
Awalnya tahun 2009 warga khawatir kalau-kalau sungai Kumpa yang hampir mengitari Sektor Azalea meluap. Apalagi ketinggian Sektor Azalea ini dibawah 100 meter dpl. Beberapa warga mengusulkan penurapan dan penghijauan di sepanjang pinggir aliran sungai.
Untuk penghijauan berhasil dilakukan. Kebetulan Kostrad Cilodong dan Korem Depok sedang ada kegiatan bakti sosial. Maka dua kali sudah, penanaman pohon di sisi belakang Sektor Azalea dilakukan. Bahkan untuk yang kali kedua Walikota Depok sempat melakukan penanaman pohon sendiri di lokasi tidak jauh dari pembangunan turap sekarang ini.
Sementara untuk turap pembangunannya jauh dari kemampuan warga. Beberapa kali warga mengusulkan ke kelurahan namun tidak pernah dikabulkan. Alasannya, fasilitas dan prasarana fisik di lingkungan Sektor Azalea belum diserahkan pengembang kepada pemerintah kota Depok. Sehingga Pemkot Depok tidak bisa mengalokasikan anggaran pembangunannya ke wilayah ini. Sementara untuk mengajukan pembangunan turap ini kepada pengembang PT Sanubari Mandiri Realtindo (SMR), semakin tidak mungkin. Jangankan turap, untuk fasilitas yang nilainya kecil saja tidak pernah dikabulkan oleh pengembang.
Warga hanya bisa bersabar menanti dan menanti. Meski usulan terus dilakukan oleh pengurus RW kepada kelurahan. Dalam setiap rapat pembahasan rencana pembangunan, usulan itu selalu disampaikan.Namun tidak kunjung dikabulkan.
Baru di akhir tahun 2011 ini usulan itu diluluskan. Dari usulan penurapan sepanjang sisi belakang dan samping hanya dikabulkan sepanjang 150 m. Sebagian (yang sekarang sudah dibangun) berada di kelokan sungai Kumpa di dekat Masjid Nurul Jannah (masuk wilayah RT 02). Sangat jauh dari harapan. Namun paling tidak ini sudah melegakan. Warga bisa merasakan bagaimana seriusnya membayar pajak, akhirnya pajak tersebut kembali lagi kepada warga, dalam bentuk fasilitas umum.
Menurut dokumen hasil Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrembang) Kecamatan Cilodong tahun 2010 yang berhasil didapatkan dari Bappeda Kota Depok, proyek ini memiliki volume 3 m x 150 m dengan besar anggaran Rp 450.000.000.
Sekarang tugas warga untuk memelihara bangunan yang sudah ada, sembari untuk mengusulkan semua rencana yang belum direalisasikan. Juga untuk memikirkan jalan keluar rehabilitasi fasilitas umum dan fasilitas sosial yang sudah makin rusak di Sektor Azalea.



























Komentar Terakhir